Naik turun ini, pada sadar akan menyembah Tuhan memang suatu perjuangan tiada henti. Hari ini lupa, besok ingat, lalu lupa dan ingat lagi.
Memang seperti kuburan; lupa-lupa ingat.
Ketenangan hati, kemanteb-an dan kelurusan, adalah tujuan hidup yang sebenarnya. Bukan bahagia atau menderita, karena bahagia dan menderita cuma isi dari paket hidup saja.
Nyaman bukan berarti tentram. Lebih baik tentram dari pada nyaman.
Kita mendapat pekerjaan yang nyaman, yang menjamin. Namun hati tidak tentram. Sama saja kita membohongi diri. Tujuan hidup yang sebenarnya tidak akan tercapai. Kemudian, meskipun pekerjaan kita kurang terjamin, tidak nyaman karena harus berusaha keras, dan jika hati tentram, semua bukan masalah. Pekerjaan itu berarti yang kita impikan dan idamkan. Lebih penting lagi bahwa, kita benar-benar hidup.
Kembali lagi semua diukur dari hati. Bukan dari penglihatan. Hidup ini untuk dinikmati, bukan diratapi. Entah itu sengsara atau bahagia, jika dinikmati akan menjadi bahagia semua.
Maka, nikmatilah semua apa yang sedang menimpa anda. Nanti pasti semua jadi mudah.
Terbukti!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar